May 26, 2026

infobalinetizen

Portal Informasi Asik dan Menarik

Dekatkan Layanan ke Masyarakat, Aksos Membina dan Berbagi TP Posyandu Bali Sasar Sejumlah Desa di Kabupaten Klungkung

Spread the love

TP Posyandu Provinsi Bali melaksanakan kegiatan Membina dan Berbagi di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Senin (25/5/2026). Kegiatan dipusatkan di dua lokasi yaitu Bale Banjar Kayehan Desa Dawan Kaler dan Bale Banjar Tengah Desa Dawan Kelod.

Di Bale Banjar Kayehan, program ini menyasar Kader Posyandu Desa Dawan Kaler dan Desa Persinggahan dengan total peserta 78 orang. Sementara di Bale Banjar Tengah, Aksos diikuti 66 kader Posyandu Desa Dawan Kelod dan Sampalan Tengah, sedangkan di Banjar Dawan Kelod diikuti oleh 66 orang kader posyandu. Selain memperoleh literasi tentang transformasi Program Posyandu 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal), seluruh peserta juga menerima bantuan berupa 30 kg beras, 2 krat telur dan 2 kotak susu. Total bantuan yang disalurkan kali ini yaitu 4.320 kg beras, 8.280 butir telur dan 288 kotak susu. Pemberian bingkisan adalah bentuk apresiasi yang diharapkan mendorong semangat para kader dalam menjalankan tugas.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Klungkung Ny. Eva Satria menyampaikan terima kasih kepada jajaran TP Posyandu Bali yang turun melakukan pembinaan sekaligus berbagi. Menurutnya, Klungkung berkomitmen mendukung percepatan program Posyandu 6 SPM yang telah dicanangkan pemerintah. “Kami sudah melakukan pelatihan dan pembinaan. Bahkan Desa Persinggahan telah melaksanakan Posyandu 6 SPM sejak tahun 2025,” ungkapnya.

Pengarah Posyandu, Putu Anom Agustina menegaskan bahwa sosialisasi yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan diharapkan mampu menjadikan Posyandu sebagai layanan dasar masyarakat yang hadir secara nyata di tengah-tengah keluarga. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sosialisasi kepada para kader dalam kegiatan TP Posyandu Membina dan Berbagi. Menurutnya, keberhasilan Posyandu sangat bergantung pada pemahaman kader terhadap lima tahapan layanan saat Posyandu buka, yakni pendaftaran sasaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan hasil pemeriksaan, penyuluhan kesehatan, serta pelayanan kesehatan oleh petugas terkait. Kelima tahapan ini menjadi fondasi penting dalam memastikan pelayanan berjalan terstruktur dan tepat sasaran.

Selain tahapan saat Posyandu buka, para kader juga dibekali pemahaman mengenai tahapan pelayanan saat Posyandu tidak buka, seperti pendataan sasaran di wilayah masing-masing, kunjungan rumah bagi sasaran yang berhalangan hadir, pemantauan tumbuh kembang secara berkala, edukasi kesehatan kepada keluarga, serta koordinasi internal antar kader untuk evaluasi layanan. Pada tahapan ketiga, kader Posyandu juga diharapkan mampu menyampaikan hasil pelaksanaan, kebutuhan, dan berbagai temuan di lapangan kepada pihak desa melalui laporan rutin dan forum koordinasi, sehingga pemerintah desa dapat memberikan dukungan kebijakan maupun fasilitas. Dengan sinergi yang kuat antara kader, masyarakat, dan pemerintah desa, Posyandu diharapkan terus berkembang sebagai garda terdepan pelayanan dasar masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD dan Dukcapil Provinsi Bali, Made Dwi Dewata, berharap para kader Posyandu mampu berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di desa masing-masing. Menurutnya, kader Posyandu memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi warga secara langsung di lapangan. Dengan kedekatan yang dimiliki bersama masyarakat, kader diharapkan mampu menjadi penghubung antara kebutuhan warga dengan program pelayanan pemerintah.

Ia menegaskan bahwa pendataan dan pemetaan persoalan masyarakat perlu dilakukan secara menyeluruh sesuai dengan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan sosial. Melalui pendataan yang akurat dan berkelanjutan, berbagai kebutuhan dasar masyarakat dapat teridentifikasi dengan baik sehingga penanganannya dapat dilakukan secara tepat sasaran. Dengan demikian, Posyandu diharapkan semakin bertransformasi menjadi pusat layanan dasar masyarakat yang mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga desa.