✨ Sebuah momen sakral yang tidak setiap hari bisa disaksikan terjadi di Desa Bona. Sesuhunan Barong Landung Pura Dalem Djelantik yang memang berkenan (kayun) napak pertiwi mendatangi pekarangan rumah warga dalam tradisi yang dikenal sebagai “mececingak”.
Kehadiran Ida Sesuhunan bukan sekadar prosesi biasa. Warga yang telah menghaturkan sesangi menerima beliau di pekarangan rumah dengan berbagai aturan adat yang tetap dijaga, seperti tidak melewati pintu rumah yang beratap dan menghormati pantangan-pantangan lainnya. Prosesi ini turut diiringi panjak pemaksan, pemundut, pembawa tedung, serta alunan gambelan khas yang menambah suasana menjadi semakin khidmat.
Tradisi Ngatur Rayunan ini biasanya berlangsung selama sebulan sejak metangi hingga penyineban menjelang Hari Raya Kuningan. Bagi masyarakat setempat, momen ini menjadi bentuk bakti, doa, sekaligus pelestarian warisan budaya Bali yang telah diwariskan turun-temurun.
🙏 Pernahkah semeton menyaksikan langsung tradisi seperti ini? Bagaimana pendapat kalian tentang tradisi sakral yang masih lestari hingga sekarang?
📹 Dokumentasi: Sr. Vid. Asri Wulan
📝 Informasi: Sr. Teks. Gede Sudiatmika
video tayang di : https://www.instagram.com/infobalinetizen?igsh=NWU5ZHVyMTU3dG1i


More Stories
Tim Banggar Dpr Ri Kunjungi Bali, Bupati Harap Banggar Memperjuangkan Pembiayaan Penanganan Infrastruktur di Bali
Bali Makin Modern, Tapi Budaya Jangan Hilang! Pesan Penting Gubernur Koster di UDG 2026
Gubernur Bali Wayan Koster Saksikan Langkah Penting Ini! Data Pertanahan dan BPHTB Bali Mulai Diintegrasikan