Bayangkan, dari Bandara Ngurah Rai menuju Canggu tak lagi harus “berdamai” dengan kemacetan Badung....
Apel Disiplin Pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Denpasar digelar Senin (31/8) pagi....
Komitmen kuat dalam mendukung kelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali disampaikan oleh Bupati...
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Badung menggandeng Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung...
Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Bupati Badung I Wayan Adi...
Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) resmi menandatangani...
Aduan petani, subak, dan pekaseh terkait dugaan pembangunan tanpa kelengkapan izin di wilayah Lahan...
Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri Persembahyangan Rebutan/King Ho Ping yang...
Provinsi Bali mencatat prestasi ganda dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Jawa-Bali. Bali meraih Terbaik I kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan serta Terbaik II kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan. Dari dua penghargaan tersebut, Bali memperoleh apresiasi berupa dana Rp3,5 miliar. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan dana tersebut nantinya dimanfaatkan untuk mendukung perbaikan jalan-jalan rusak di Bali. Penghargaan diterima Koster dalam acara yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Jumat (28/8) Untuk kategori kesehatan, Bali meraih Terbaik I dengan apresiasi Rp2 miliar. Sedangkan kategori pendidikan menempati Terbaik II dengan apresiasi Rp1,5 miliar. Koster menegaskan penghargaan tersebut bukan sekadar soal peringkat maupun besaran dana. Capaian tersebut harus menjadi motivasi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Penghargaan ini bukan semata-mata soal angka atau besaran apresiasi. Yang lebih penting adalah bagaimana penghargaan ini menjadi dorongan dan motivasi bagi kepala daerah untuk terus membangun dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” ujar Koster. Sementara itu, Kepala Disdikpora Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia mengatakan capaian pendidikan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus bahan evaluasi. Dalam penilaian Kemendagri, Bali berada di posisi kedua setelah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan. Penilaian mengacu pada pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM), antara lain pemerataan guru, akses masyarakat terhadap sekolah, kualitas sarana-prasarana, dan komitmen anggaran pendidikan.
Desa Adat Kerobokan secara resmi menggelar uji coba perdana program Badung First Car Free...

