Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor keimigrasian, karena berdampak langsung terhadap citra pariwisata Bali di mata dunia.
Hal itu disampaikan saat membuka Bazar Pelayanan Publik yang diinisiasi Kejaksaan Tinggi Bali, Sabtu (4/7) pagi, di Shelter Kebencanaan Baruna, Pasar Seni Kuta, Badung.
Dalam sambutannya, Koster menekankan bahwa pelayanan publik merupakan aspek krusial dalam penyelenggaraan pemerintahan yang kini semakin menjadi sorotan seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat.
“Pelayanan adalah kebutuhan utama masyarakat. Kita harus responsif terhadap aspirasi yang semakin cepat, serta mampu mengimbangi dinamika di lapangan,” ujarnya.
Menurut Koster, posisi Bali yang strategis sebagai destinasi wisata kelas dunia membuat setiap persoalan, sekecil apa pun, cepat menjadi perhatian global. Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan di berbagai sektor, seperti imigrasi, perbankan, dan kesehatan, harus menjadi prioritas.
Ia secara khusus menyoroti sektor keimigrasian yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius. Dengan jumlah wisatawan mancanegara yang diproyeksikan mencapai lebih dari 7 juta orang pada 2025, kebutuhan layanan keimigrasian di Bali menjadi yang tertinggi di Indonesia.
“Kalau kita salah dalam memberikan pelayanan, maka akan sangat berdampak bagi pariwisata Bali,” tegasnya.
Koster menambahkan, keimigrasian bukan hanya tanggung jawab kementerian terkait, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan di Bali. Ia pun mengapresiasi inisiatif Kejaksaan Tinggi Bali dalam menghadirkan bazar pelayanan publik tersebut.
“Ini langkah yang tepat untuk mendorong peningkatan layanan publik. Namun, jangan berhenti sampai di sini, harus ditindaklanjuti secara berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Setiawan Budi Cahyono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini dengan baik. Pelayanan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel, serta diharapkan bisa berkelanjutan dan diperluas ke wilayah lain, tidak hanya di Kuta,” ujarnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, serta Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta.


More Stories
Wagub Giri Prasta Hadiri Karya Tawur Labuh Gentuh di Catus Pata Desa Sibanggede
Gubernur Wayan Koster Apresiasi Pergelaran Drama Gong Lawas “Grenggeng Maya” di PKB XLVIII Tahun 2026
Ketua DPRD Badung Saksikan Rekonstruksi Gambelan Tua Karya Maestro Lotring, Duta Badung Tampil Memukau