May 2, 2026

infobalinetizen

Portal Informasi Asik dan Menarik

Lace to Legacy, Uluwatu Lace Teguhkan Warisan Busana Bali, Ny. Putri Koster: Jangan Sampai Anak Bali Tak Kenal Uluwatu Lace

Spread the love

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster menegaskan pentingnya menjaga dan mengenalkan warisan busana Bali kepada generasi muda.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Uluwatu Lace to Legacy yang digelar di The Meru Sanur Ballroom 2, Jumat (19/12) malam.

Acara ini menjadi momentum perayaan perjalanan panjang Uluwatu Lace sebagai brand busana Bali yang konsisten menjaga kualitas, identitas, dan nilai budaya sejak berdiri pada tahun 1978.

Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster menyampaikan rasa bangga atas karya-karya terbaik yang ditampilkan dalam peragaan busana tersebut.

Ny.Putri Koster menilai Uluwatu Lace telah membuktikan konsistensinya selama hampir setengah abad, bahkan turut mengharumkan nama Bali pada masa kejayaan busana ekspor. Menurutnya, kualitas Uluwatu Lace tidak berubah dari dulu hingga sekarang, tetap terjaga dan berkarakter kuat. Uluwatu Lace, menurutnya, telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Bali dan Indonesia.

“Bukan orang Bali namanya jika tinggal di Bali tetapi tidak memiliki atau mengenal koleksi Uluwatu Lace. Jangan sampai anak-anak Bali justru tidak mengenal Uluwatu Lace,” tegasnya.

Ny. Putri Koster mengungkapkan bahwa Uluwatu Lace telah mendunia dan diterima lintas generasi serta lintas budaya. Karena itu, ia mendorong agar brand lokal seperti Uluwatu Lace terus dijaga keberlanjutannya, baik melalui regenerasi perajin maupun inovasi desain yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya leluhur.

Di akhir sambutannya, Ny. Putri Koster berharap Uluwatu Lace terus menjadi inspirasi dan kebanggaan, sekaligus bukti bahwa karya lokal Bali mampu bertahan, berkembang, dan dicintai lintas generasi.

Uluwatu Lace didirikan pada tahun 1978 oleh Ni Made Jati dan hingga kini tetap eksis sebagai simbol busana Bali yang anggun dan berkelas. Melalui konsep Lace to Legacy, Uluwatu Lace meneruskan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai warisan yang hidup, bukan sekadar produk fesyen semata.

Pada gelaran fashion show yang berlangsung spektakuler, Uluwatu Lace menampilkan peragaan busana yang terbagi dalam empat segmen, yakni 80’s–90’s Redefined, Bohemian Freedom, Couture, serta MJ sebagai koleksi terbaru. Koleksi yang ditampilkan menunjukkan bahwa fesyen tidak hanya diperuntukkan bagi remaja, melainkan untuk semua usia baik pria maupun wanita.