Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung I Nyoman Satria menerima rombongan DPRD Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta di ruang rapat lantai II Gedung DPRD Badung, Kamis, (22/05/2025). Kunjungan tersebut dalam rangka studi komparasi terkait peningkatan ketugasan dan fungsi badan anggaran, badan musyawarah, bapemperda, dan badan kehormatan DPRD Kabupaten Sleman.
Usai studi komparasi, Nyoman Satria mengatakan, bahwa rombongan DPRD Kabupaten Sleman berjumlah 51 orang menanyakan pendapatan asli daerah, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan mengatasi wisatawan di Kabupaten Badung. Pasalnya, banyak wisatawan datang namun hunian hotel sepi.
“Kenapa bisa gitu dan kita jelaskan bahwa banyak wisatawan asing itu menginap di tempat tempat kos dan rumah rumah,” kata Nyoman Satria.
Lebih lanjut ia menjelaskan, wisatawan tidak menginap di hotel karena menginap di rumah-rumah kos dengan waktu jangka panjang, kemungkinan sampai 30 hari atau 60 hari. Kata ia, wisatawan mencari dan memperbaharui visa ke Singapura kemudian balik lagi.
“Karena mereka menginap di hotel kostnya tinggi. Sedangkan di Badung itu belum dikenakan pajak, diatas 10 baru dikenakan pajak. Nah apakah setiap kos itu dikenakan pajak harus merubah peraturan daerah,” jelasnya.
Selain itu, temen-temen DPRD Kabupaten Sleman berkeinginan membuat kerja sama antara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sleman dengan Hipmi Kabupaten Badung. Dan berharap, kerja sama antara Badung dengan Sleman ini bisa meningkat terus.
“Karena mereka menginginkan ada warga asing datang ke Badung, mungkin 7 hari di Badung, mungkin 3 hari bisa di Sleman,” pungkasnya.


More Stories
Walikota Jaya Negara Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Terima Kunjungan BKSAP DPR RI, Gubernur Koster Paparkan Kinerja dan Tantangan Pembangunan Bali
Gerakan Badung Peduli Sambangi Desa Jagapati, Gelar Sosialisasi Hiv/aids Dan Narkoba Untuk Remaja