Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menyampaikan rasa syukur dan bahagia bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Jimbaran di Pura Ulun Swi untuk menyaksikan pengukuhan Bendesa Adat Jimbaran, Pengurus, Shaba Desa dan Kerta Desa. “Ada peralihan kepemimpinan seperti didalam uger-uger atau undang- undang alih kepemimpinan yang dilaksanakan dalam kurun waktu 5 tahun sekali. Dalam kesempatan ini saya juga bisa bertatap muka bersama Manggala Adat. Ada tugas berat dan tantangan kedepan juga berat, tidak hanya duduk di Prajuru, Kerta Desa, Sabha Desa, tantangan kita luar biasa, apa lagi posisi kita di Badung ini adalah Kabupaten yang menjadi pusat pariwisata,” ujarnya.
Bupati berharap kepada Manggala Adat, Sabha Desa, Kerta Desa bagaimana cara mengajegkan budaya apalagi fungsi desa adat adalah mengatur, mengelola kehidupan sosial masyarakat baik dalam kehidupan beragama, adat istiadat dan kehidupan sosial tetapi tetap berlandaskan Tri Hita Karana. “Tri Hita Karana ini wawasannya sangat universal, sangat menjangkau dan exsis dalam setiap jabatan. Pengurus yang baru ini sudah kesungkeman oleh masyarakat bagaimana caranya agar tetap harmonis saling asah asih, asuh, dan gotong royong. Kehadiran kami disini menyaksikan pengukuhan/pengangkatan kepengurusan adat baru, selain itu juga untuk memberikan dukungan, mengucapkan selamat, serta berpesan agar para pengurus baru memperkuat peran desa adat dalam menjaga adat, budaya, dan bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan,” ucap Adi Arnawa.


More Stories
Ketua DPRD Badung Hadiri Prosesi Melelet di Puri Ageng Mengwi
Gubernur Koster dan Menteri Imipas Teken MoU Optimalisasi Tugas dan Fungsi Imigrasi
Perkuat Peran Kader, Ny. Putri Koster Tekankan Pemahaman Menyeluruh Posyandu