April 30, 2026

infobalinetizen

Portal Informasi Asik dan Menarik

Putri Koster Canangkan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu se-Bali, Bangkitkan Gotong Royong dari Rumah

Spread the love

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, secara resmi mencanangkan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu se-Bali yang dipusatkan di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu (24/12). Gerakan ini menjadi langkah nyata membangkitkan kembali semangat gotong royong masyarakat Bali, dimulai dari lingkungan rumah tangga.

Dalam sambutannya, Putri Koster menjelaskan bahwa kulkul yang digunakan dalam gerakan ini berbeda dengan kulkul desa pada umumnya. Kulkul PKK dan Posyandu dibuat dari bambu berukuran kecil (kentongan) dan secara teknis akan digunakan oleh kader Posyandu serta Dasa Wisma di setiap banjar.

“Mulai hari ini, setiap kader Posyandu dan Dasa Wisma wajib memiliki kulkul ini. Tanda bunyinya dua kali panjang dan tiga kali pendek, sebagai penanda dimulainya kegiatan gotong royong,” jelasnya.

Gerakan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Minggu, dengan mengajak seluruh keluarga melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan rumah dan telajakan sebelum pukul 06.00 pagi. Melalui PKK dan Posyandu, masyarakat diajak kembali menumbuhkan budaya gotong royong, dimulai dari rumah sendiri lalu mengajak warga sekitar.

“Saya ingin di setiap banjar tidak ada ibu-ibu yang diam. Semua bergerak membersihkan rumah dan lingkungannya. Gerakan ini akan kami pantau langsung, dan sewaktu-waktu saya akan turun ke kabupaten/kota untuk melakukan sidak,” tegas Putri Koster.

Pada kesempatan tersebut, Putri Koster juga menyerahkan piala, piagam penghargaan, dan hadiah kepada 5 besar pemenang lomba pengelolaan sampah pada masing-masing jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, SMK/T, dan SLB. Kegiatan ini disebutnya sebagai tahap awal, mengingat ke depan gerakan akan terus diperluas dengan fokus pada dunia pendidikan.

“Pendidikan sangat penting untuk mengubah mindset, terutama dalam pengelolaan sampah. Tahun 2026 lomba ini akan kembali dilaksanakan agar seluruh unit pendidikan di Bali mampu menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber,” ujarnya.

Setiap pemenang lomba akan memperoleh piagam, plakat, serta hadiah pembinaan sebesar Rp15 juta. Putri Koster menegaskan, melalui Posyandu dan pendidikan anak-anak, gerakan Bali Bersih Sampah dapat diwujudkan secara berkelanjutan.

“Saya berharap seluruh pengurus Posyandu dan PKK benar-benar memahami arah gerak dan semangat organisasi kita, agar Gerakan Kulkul ini berjalan konsisten dan berdampak nyata,” pungkasnya.

Selanjutnya, Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Anom Agustina, menyampaikan panduan pelaksanaan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu se-Bali sebagai bagian dari Gerakan Bali Bersih Sampah. Gerakan ini bertujuan menumbuhkan kembali kesadaran dan semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus mengaktifkan kembali fungsi kulkul sebagai sarana komunikasi tradisional yang mencerminkan solidaritas sosial masyarakat Bali. Gerakan ini berlandaskan Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018, Pergub Nomor 47 Tahun 2019, serta Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 .

Dijelaskan pula, kegiatan gotong royong dilaksanakan serentak di seluruh Bali dengan fokus pada pembersihan halaman rumah, telajakan, dan fasilitas umum di wilayah banjar/lingkungan, yang dijadwalkan setiap hari Minggu pada Minggu pertama setiap bulan pukul 06.00–08.00 WITA. Kulkul berbahan bambu dengan ketukan dua kali panjang dan tiga kali pendek menjadi penanda dimulainya kegiatan. TP PKK dan TP Posyandu memiliki peran strategis sebagai penggerak utama sekaligus pelaksana monitoring dan evaluasi berjenjang, guna memastikan gerakan berjalan konsisten dan berdampak nyata bagi terwujudnya Bali yang bersih, sehat, dan berkelanjutan

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK dan Tim Pembina Posyandu kabupaten/kota se-Bali.

Acara ditutup dengan penyerahan piala, piagam penghargaan, serta hadiah kepada pemenang Lomba Posyandu dan PSP–PSBS Tingkat Sekolah Dasar dan Perguruan Tinggi Tahun 2025.