May 1, 2026

infobalinetizen

Portal Informasi Asik dan Menarik

Peringati Hari Puputan Margarana ke-79, Gubernur Bali Pesankan Generasi Muda Aktif Mengisi Kemerdekaan

Spread the love

Gubernur Bali Wayan Koster, menyampaikan bahwa sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa Puputan Margarana merupakan suatu peristiwa heroik, puncak perjuangan terdasyat rakyat Bali melawan penjajahan Belanda, yang saat itu pasukan Ciung Wanara bersama rakyat yang di pimpin oleh Letnan I Gusti Ngurah Rai tanpa mengenal rasa takut dan dengan gigih mempertahankan kemerdekaan, serta kedaulatan bangsa dari penjajah Belanda yang ingin menguasai kembali tanah tumpah darah kita.

Dalam peristiwa heroik 79 Tahun yang lalu, tepatnya 20 November 1946, I Gusti Ngurah Rai dan 69 anggota pasukannya gugur akibat serangan tentara Belanda, sedangkan di kubu lawan, sekitar 400 orang tewas dalam peperangan tersebut. Peristiwa heroik yang di kenal sebagai Puputan Margarana ini, memiliki makna sebagai perang yang dilakukan hingga mati, atau sampai titik darah penghabisan, yang tidak pernah mengenal kata menyerah.

Puputan yang juga bisa di artikan sebagai pengorbanan dalam peperangan untuk membela kebenaran dan keadilan dalam mempertahankan harkat, martabat dan kedaulatan bangsa, serta merupakan perjuangan secara iklas dan terhormat.

Sebagai penghargaan atas hal itu, di peringatilah Puputan Margarana setiap tahun, dimana upacara peringatan ini bukan hanya sebagai ungkapan rasa syukur, melainkan juga sebagai refleksi jati diri sebagai bangsa yang bermartabat yang dilahirkan oleh para pejuang.

Perjuangan dan pengorbanan tanpa pamrih para pahlawan kita terdahulu, patut dijadikan contoh dan tauladan oleh semua masyarakat pada era ini, khususnya dalam mengisi kemerdekaan dalam mencapai kesatuan dan persatuan Republik Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur.

Selanjutnya, disampaikan oleh Gubernur Wayan Koster bahwa peringatan ini juga bertujuan untuk membangkitkan dan mengobarkan semangat patriotisme, cinta tanah air serta menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam mengisi kemerdekaan, sehingga turut memberikan kontribusi dalam memajukan bangsa. Dimana para pahlawan mengajarkan kepada kita, bahwa sebuah kemerdekaan tidak jatuh dari langit, namun kemerdekaan itu lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan dan keikhlasan.

Dengan mengangkat tema “mengobarkan jiwa dan semangat Puputan Margarana menuju Bali maju yang bermartabat”, diharapkan mampu untuk terus memupuk dan meningkatkan rasa solidaritas sosial, dengan jiwa oleh semangat dan nilai-nilai luhur kepahlawanan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bali.

Momentum historis ini juga sudah sepatutnya menjadi pijakan dasar dalam mewujudkan Bali yang berkualitas dan bermartabat. Untuk menjadikan Bali yang damai, aman, nyaman dan penuh rasa tanggungjawab, sudah sepatutnyalah kita semua untuk saling bersinergi, guyub dan berkolaborasi, dalam mencapai Bali yang sesuai dengan visinya untuk mewujudkan pembangunan Bali yang sejahtera dan kebahagiaan sekala dan niskala dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana, dalam Bali Era Baru.

Pada akhirnya pelaksanaan upacara peringatan hari Puputan Margarana yang di Komandoi oleh AKBP. Mahfud Didik Wiratmoko, yang kesehariannya menjabat sebagai Kasubdit. Patroli Dit. Pol Airud Polda Bali, di tutup dengan penyerahan hadiah piala bergilir Napak Tilas, dari Gubernur Bali kepada Kabupaten Bangli sebagai juara I tahun ini.

Nampak juga hadir Peed dari Desa Adat Klaci Marga, yang diiringi oleh tabuh baleganjur serta peletakan karangan bunga oleh Gubernur Bali, di barengi dengan tabur bunga yang dilakukan oleh para undangan serta peserta upacara.