Pemkab Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan sedang mendorong para petani untuk mengembangkan bawang merah karena disamping merupakan komoditi bernilai ekonomi tinggi juga seringkali menjadi pemicu inflasi karena bawang merah tidak bisa berproduksi sepanjang tahun.Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana mengungkapkan hal itu saat melaksanakan Gerakan Tanam (Gertam) bawang merah di Subak Munggu, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Jumat (14/7). Turut hadir dalam Gertam ini Kepala BPSIP Bali Dr Md Rai Yasa, Camat Mengwi I Nym Suhartana, Kapolsek Mengwi Kompol I Kt Adnyana, Perbekel Munggu, Pekaseh dan krama Subak Munggu.Menurut Wijana, kebutuhan bawang merah di Badung cukup tinggi rata-rata 1.400 ton/tahun sedangkan produksinya kurang karena luas tanam bawang merah masih sangat kecil hal ini disebabkan petani enggan menanam komoditi ini mengingat biaya produksinya mahal dan rentan terhadap serangan hama terutama saat cuaca ekstrim. Gertam bawang merah seluas 1 hektar ini sebagai bentuk insentif untuk memotivasi petani agar tetap menjaga lahan pertaniannya sekaligus meningkatkan produksi bawang merah. Jika program ini berhasil, pihaknya akan terus menambah luas tanam agar bisa membantu menekan biaya produksi yang menjadi kendala petani saat ini.
Badung Dorong Petani Kembangkan Bawang Merah


More Stories
Bupati Adi Arnawa Apresiasi Penampilan Gong Kebyar Anak-anak Duta Kabupaten Badung
Ketua DPRD Badung Anom Gumanti bersama Ketua Komisi IV Ngupasaksi Pujawali lan Pedudusan Alit di Pura Waru Lot Kuta
Transaksi UMKM Tembus Rp1 Miliar Lebih, Wagub Giri Prasta Tutup Karangasem Festival 2026