June 24, 2026

infobalinetizen

Portal Informasi Asik dan Menarik

Dari Buang Menjadi Kelola, Ibu Putri Koster Tanamkan Kepedulian Sampah pada Generasi Muda Bali

Spread the love

Lingkungan yang asri di Taman Wisata Danau Buyan, Sukasada, Buleleng, menjadi ruang pembelajaran yang hidup saat Ibu Putri Suastini Koster, Duta PSBS Padas sekaligus Ketua TP PKK Provinsi Bali, hadir dalam pembukaan Numbara V Palang Merah Remaja (PMR) PMI Provinsi Bali. Acara yang berlangsung dari 21–24 Juli 2025 ini diikuti oleh 333 peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Bali, mulai dari tingkat mula (SD), madya (SMP), hingga wira (SMA).

Dalam arahannya, Ibu Putri menyampaikan pesan kuat dan menyentuh “Kita harus berhenti berpikir untuk membuang sampah, dan mulai menanamkan kebiasaan mengelola sampah sejak dari rumah.”

Sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS), Ibu Putri mengajak para generasi muda untuk tidak mewarisi pola lama yang hanya mengandalkan tempat pembuangan akhir (TPA) sebagai solusi. Ia menegaskan bahwa sampah yang kita hasilkan, terutama 65% sampah organik seperti sisa makanan, yang mana bisa dikelola langsung di sumbernya melalui cara-cara sederhana namun berdampak besar.

Salah satu pendekatan yang dikenalkan adalah pemanfaatan tong komposter yang diisi dengan sampah organik dan diberi cairan eco-enzyme, yang akan mempercepat proses fermentasi dan menghasilkan pupuk cair yang berguna bagi tanah. Ibu Putri juga mengingatkan pentingnya penggunaan Teba Modern, sebuah sistem pengelolaan sampah di pekarangan rumah, yang memungkinkan keluarga mengolah limbah organik secara mandiri, meski dengan lahan terbatas.

“TPA tidak menyelesaikan masalah. Kita tidak boleh membiarkan desa-desa menjadi korban seperti Suwung, di mana gunung sampah terus bertambah karena kesalahan sistemik selama puluhan tahun”, ucapnya.

Dialog interaktif pun berlangsung penuh semangat. Dio dari SMA 3 Denpasar mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi Suwung yang telah menampung sampah dari empat kabupaten/kota dan mengusulkan agar sistem pengangkutan digantikan dengan pengelolaan di sumber. Okta dari Badung menunjukkan kreativitas dengan memanfaatkan botol plastik bekas menjadi kerajinan tangan, sedangkan Jelita dari Klungkung menyimpulkan bahwa setiap orang harus bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya.

Menanggapi hal itu, Ibu Putri mengingatkan bahwa perubahan perilaku dimulai dari pikiran.
“Jangan mau disebut sebagai generasi stroberi, lemah dan mudah menyerah. Kalian adalah generasi tangguh. Yang sederhana saja: kelola sampah dari rumah. Jangan berpikir membuang, tapi berpikir menyelesaikan”, tegasnya.

Lebih lanjut, Ibu Putri juga menyampaikan bahwa pentingnya peran desa dan komunitas adat juga ditegaskan, diantaranya mengacu pada berbagai regulasi daerah seperti Pergub No. 47 Tahun 2019, Keputusan Gubernur No. 381 Tahun 2021, dan SE Gubernur Bali No. 9 Tahun 2025 tentang Bali Bersih Sampah, yang menempatkan kepala desa, lurah, dan jro bendesa sebagai penanggung jawab pengelolaan sampah berbasis sumber.

Kegiatan hari pertama ditutup dengan penyerahan simbolis tempat sampah plastik yang telah didaur ulang dari para peserta kepada pengelola kawasan Danau Buyan sebagai bentuk aksi nyata.

Ketua PMI Provinsi Bali, Gusti Bagus Alit Putra, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan aktif para peserta dalam pengelolaan sampah.
“Kita ingin Bali menjadi yang terbaik dalam pengelolaan sampah, bukan hanya plastik, tapi semua jenis. Dan itu hanya bisa tercapai kalau dimulai dari individu, keluarga, dan sekolah”, tutupnya.