Bunda PAUD Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mendorong penguatan profesionalisme dan perhatian terhadap kesejahteraan guru Taman Kanak-Kanak (TK) sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter dan kualitas generasi penerus bangsa.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Konferensi Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI)-PGRI Provinsi Bali yang berlangsung di Aula BKPSDM, Gedung Timur, Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/11).
Konferensi ini diikuti oleh anggota IGTKI-PGRI dari sembilan kabupaten/kota se-Bali. Kehadiran para pendidik dari seluruh wilayah Bali tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, menyatukan visi, serta merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme dan kualitas pendidikan anak usia dini di Pulau Dewata.
Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster menyampaikan bahwa keberadaan IGTKI sebagai wadah berhimpunnya para guru TK memiliki peran penting dalam memperkuat kapasitas, profesionalisme, serta eksistensi para pendidik anak usia dini.
Menurutnya, tugas seorang guru TK bukanlah pekerjaan yang mudah. Mengasuh, mendampingi, sekaligus memberikan pendidikan kepada anak-anak usia dini membutuhkan kesabaran, ketulusan, dan tanggung jawab yang besar.
Oleh karena itu, ia mengingatkan agar perhatian terhadap kesejahteraan guru TK juga menjadi hal yang perlu diperjuangkan. Sebab, para guru telah memberikan pengabdian yang tulus dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak pada masa keemasan mereka.
“Peranan guru TK sangat penting. Mengasuh anak-anak usia dini bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyak hal terkait kesejahteraan IGTKI yang perlu diperhatikan, karena guru-guru TK kita telah dengan tulus mengasuh dan mendidik anak-anak kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ny. Putri Koster berharap konferensi tersebut dapat dilaksanakan secara serius dan menghasilkan rumusan serta keputusan yang benar-benar bermanfaat bagi kemajuan organisasi dan peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.
Ia juga berpesan agar seluruh guru senantiasa menjaga semangat pengabdian, memberikan kasih sayang, serta menanamkan pendidikan dan nilai-nilai karakter yang kuat kepada anak-anak.
“Semangat Bapak dan Ibu guru harus terus dijaga. Berikan kasih sayang dan pendidikan terbaik kepada anak-anak kita, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, dan tidak mudah menyerah,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Umum PP IGTKI-PGRI, Eka Putri Handayani, menyampaikan bahwa konferensi kali ini mengangkat tema penguatan profesionalisme guru TK dalam rangka mewujudkan guru TK yang profesional dan berkeadilan. Tema tersebut diharapkan menjadi landasan bagi organisasi untuk terus meningkatkan kualitas dan kompetensi para pendidik.
Ketua IGTKI-PGRI Provinsi Bali, Aria Ningsih, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa penguatan profesionalisme guru TK merupakan langkah penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Menurutnya, kualitas pendidikan anak usia dini sangat ditentukan oleh peran dan kompetensi para pendidik.
Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan yang layak, baik anak-anak yang tinggal di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Untuk itu, ia mengajak seluruh guru TK agar terus bersinergi, memperkuat kapasitas diri, serta memperluas akses pendidikan anak usia dini sehingga seluruh anak di Bali memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
Melalui konferensi ini, diharapkan IGTKI-PGRI Provinsi Bali semakin solid dalam memperjuangkan peningkatan profesionalisme, kesejahteraan, dan pemerataan kualitas pendidikan bagi anak usia dini sebagai fondasi dalam membangun generasi Bali yang unggul dan berdaya saing.


More Stories
Giri Prasta Salurkan Bantuan Rp98 Juta untuk Tiga Korban Kebakaran di Jembrana
Giri Prasta Tinjau Bedah Rumah di Jembrana, Keluarga Penerima Bantuan Rp75 Juta Bersyukur
Dukung Green Policing, Arya Wibawa Bersama Kapolda Bali Tebar 4.000 Bibit Ikan Nila di Tukad Badung