Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di Kabupaten Badung mulai diarahkan pada penguatan kelembagaan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, yang juga menjabat Ketua FPRB Kabupaten Badung memimpin rapat penyusunan kepengurusan FPRB periode 2026 – 2030 di Ruang Rapat Pimpinan Sekretariat DPRD Badung, Rabu (23/9).
Rapat tersebut tidak hanya membahas komposisi kepengurusan baru, tetapi juga menyelaraskan visi, misi serta rencana kerja strategis FPRB untuk empat tahun ke depan.
Anom Gumanti mengatakan, keberadaan FPRB memiliki peran penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai potensi bencana. Karena itu, kepengurusan yang akan dibentuk diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor. “FPRB ini bukan hanya berbicara mengenai penanganan ketika bencana sudah terjadi. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun kesiapsiagaan dan mengurangi risiko sebelum bencana terjadi,” ujar Anom Gumanti.
Menurutnya, upaya pengurangan risiko bencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga sinergi dengan masyarakat, akademisi, dunia usaha, komunitas serta unsur terkait lainnya perlu terus diperkuat. “Pengurangan risiko bencana membutuhkan kolaborasi. Karena itu, kepengurusan FPRB ke depan harus mampu menjadi wadah yang mempertemukan berbagai unsur untuk bersama-sama memperkuat ketangguhan masyarakat Badung,” katanya.
Dalam rapat tersebut turut hadir Anggota DPRD Badung I Made Rai Wirata, unsur pemerintah, akademisi, FPRB Provinsi Bali, dunia usaha serta sejumlah unsur terkait lainnya. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepengurusan FPRB yang tidak hanya memiliki struktur organisasi, tetapi juga mampu menjalankan fungsi koordinasi secara efektif di lapangan.
Penyusunan kepengurusan periode 2026–2030 diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat program pengurangan risiko bencana di Kabupaten Badung. Selain meningkatkan kesiapsiagaan, FPRB juga diarahkan untuk mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana. “Harapannya, FPRB ke depan bisa semakin aktif dalam membangun kesadaran masyarakat, memperkuat koordinasi dan mendorong langkah-langkah konkret dalam pengurangan risiko bencana di Badung,” tandasnya.


More Stories
Wawali Arya Wibawa Buka Muskot PMI ke-VI, Tekankan Penguatan Pelayanan Kemanusiaan.
Wabup Bagus Alit Sucipta Ikuti Prosesi Ngetus Ida Betara Tapakan Di Pura Dalem Korya
Atasi Macet Gatsu Barat – Canggu, Pemkab Badung Dalami Solusi Terowongan Bawah Tanah