August 15, 2026

infobalinetizen

Portal Informasi Asik dan Menarik

Bali Kaya Seni, Tapi Mengapa Semakin Sedikit Anak Muda yang Mau Jadi Penabuh Gamelan, Penari, atau Dalang?

Spread the love

Bali dikenal dunia karena kekayaan seni dan budayanya. Suara gamelan yang khas, tarian yang penuh makna, hingga pertunjukan wayang yang sarat filosofi telah menjadi identitas Pulau Dewata selama ratusan tahun. Namun, di balik kebanggaan itu, muncul pertanyaan yang mulai sering terdengar di berbagai desa: mengapa semakin sedikit anak muda yang ingin menekuni seni tradisional?

Di banyak banjar, sanggar, hingga sekaa gong, para pelatih mengaku semakin sulit mencari generasi penerus. Tidak sedikit kelompok seni yang kini didominasi oleh anggota yang usianya sudah tidak muda lagi. Sementara itu, anak-anak dan remaja lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai, media sosial, gim, atau mengejar pendidikan dan pekerjaan yang dianggap lebih menjanjikan.

Di sisi lain, menjadi seniman tradisional membutuhkan komitmen yang besar. Latihan dilakukan secara rutin, membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menguasai teknik, dan sering kali dijalani atas dasar kecintaan terhadap budaya, bukan karena keuntungan ekonomi. Bagi sebagian anak muda, tuntutan biaya hidup dan kesibukan bekerja membuat mereka sulit membagi waktu untuk tetap aktif berkesenian.

Meski begitu, masih banyak generasi muda Bali yang terus berjuang menjaga seni tradisional. Mereka tampil di festival, mengajar anak-anak, memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan gamelan dan tari Bali kepada dunia, bahkan menggabungkan unsur tradisional dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan nilai budayanya. Kehadiran mereka membuktikan bahwa seni tradisional masih memiliki masa depan jika mendapat dukungan dari keluarga, sekolah, desa adat, pemerintah, dan masyarakat.

Lalu menurut Anda, apa penyebab utama semakin sedikit anak muda yang ingin menjadi penabuh gamelan, penari, atau dalang? Apakah karena perubahan zaman, kurangnya apresiasi, faktor ekonomi, atau memang cara pewarisan seni yang perlu mengikuti perkembangan generasi saat ini?

Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar. Mungkin dari diskusi ini akan lahir ide-ide baru agar seni tradisional Bali tetap hidup, berkembang, dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.