July 28, 2026

infobalinetizen

Portal Informasi Asik dan Menarik

Anjing dan Kucing Liar di Bali Kian Bertambah, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Spread the love

Pemandangan anjing dan kucing liar berkeliaran di jalanan Bali kini semakin mudah ditemui. Mulai dari kawasan permukiman, pasar tradisional, objek wisata, hingga pantai, keberadaan hewan-hewan ini menjadi fenomena yang memunculkan berbagai perhatian dari masyarakat.

Di satu sisi, banyak warga merasa prihatin melihat kondisi anjing dan kucing yang kurus, sakit, atau terlantar. Tidak sedikit pula komunitas pecinta hewan yang secara sukarela memberi makan, melakukan sterilisasi, hingga menyelamatkan hewan yang terluka. Upaya ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan satwa sekaligus membantu mengendalikan populasi secara lebih manusiawi.

Namun di sisi lain, meningkatnya populasi hewan liar juga menimbulkan tantangan. Kelompok hewan yang tidak terkontrol dapat memicu kecelakaan lalu lintas, menyebarkan sampah saat mencari makan, hingga berpotensi menularkan penyakit jika tidak mendapatkan penanganan kesehatan yang memadai. Di beberapa wilayah, warga juga mengeluhkan suara bising akibat perkelahian antarsatwa maupun gangguan terhadap ternak kecil.

Berbagai pihak menilai persoalan ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau komunitas pecinta hewan. Kesadaran masyarakat sebagai pemilik hewan peliharaan juga menjadi faktor penting. Praktik membuang hewan peliharaan, membiarkan berkembang biak tanpa sterilisasi, atau melepas hewan ke jalan menjadi salah satu penyebab bertambahnya populasi anjing dan kucing liar.

Sejumlah organisasi kesejahteraan hewan di Bali selama ini terus mendorong program sterilisasi, vaksinasi, edukasi kepemilikan hewan yang bertanggung jawab, serta adopsi bagi hewan terlantar. Banyak pihak menilai langkah-langkah tersebut lebih efektif sebagai solusi jangka panjang dibanding hanya memindahkan atau mengusir hewan dari suatu lokasi.

Bagi Bali yang dikenal sebagai destinasi pariwisata dunia, penanganan populasi anjing dan kucing liar juga menjadi bagian dari upaya menjaga citra daerah. Pendekatan yang mengutamakan keseimbangan antara kesehatan masyarakat, kesejahteraan satwa, dan kelestarian lingkungan dinilai menjadi kunci agar persoalan ini dapat ditangani secara berkelanjutan.

Menurut Anda, apa solusi paling efektif untuk mengatasi meningkatnya populasi anjing dan kucing liar di Bali? Apakah melalui sterilisasi massal, edukasi pemilik hewan, penegakan aturan, atau langkah lainnya?