May 24, 2026

infobalinetizen

Portal Informasi Asik dan Menarik

Gubernur Bali dan Bupati Klungkung Sembahyang di Pura – Pura Nusa Penida pada Tumpek Wariga

Spread the love

Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Bupati Klungkung I Made Satria melaksanakan persembahyangan bersama di sejumlah pura di wilayah Nusa Penida dalam rangka memperingati Hari Suci Tumpek Wariga, Sabtu (23/5). Kegiatan spiritual tersebut berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan tumbuh-tumbuhan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Bali.

Rangkaian persembahyangan diawali sejak pagi hari dengan menghaturkan bhakti di beberapa pura kahyangan yang ada di Nusa Penida. Kehadiran pemerintah daerah bersama tokoh adat dan masyarakat menjadi simbol kuat sinergi antara pelestarian adat, budaya, dan lingkungan hidup di Bali.

Tumpek Wariga ini merupakan salah satu momen untuk memperkuat kesadaran menjaga keseimbangan alam sesuai filosofi Tri Hita Karana. Tradisi suci ini juga sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menitikberatkan pada keharmonisan hubungan manusia dengan alam, budaya, dan spiritualitas Bali.

Sebagai wujud nyata rasa syukur terhadap alam dan tumbuh-tumbuhan, Gubernur Bali bersama Bupati Klungkung turut menanam tunas kelapa di kawasan pura Puseh Ponjok Nusa. Penanaman tersebut menjadi simbol harapan agar alam Bali tetap lestari dan mampu diwariskan kepada generasi mendatang, melalui Tumpek Wariga, kita diajak untuk memuliakan alam sebagai sumber kehidupan. Menanam pohon adalah bentuk yadnya dan tanggung jawab bersama menjaga keseimbangan alam bali.

Tumpek Wariga sendiri merupakan hari suci umat Hindu di Bali yang diperingati setiap 210 hari sekali, tepatnya pada Saniscara Kliwon Wuku Wariga. Hari suci ini dikenal pula dengan sebutan Tumpek Bubuh atau Tumpek Uduh, yang memiliki makna penghormatan kepada tumbuh-tumbuhan serta ungkapan syukur atas kesuburan alam.

Dalam ajaran Hindu Bali, Tumpek Wariga menjadi momentum memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Dewa Sangkara agar seluruh tumbuh-tumbuhan tumbuh subur, berbuah lebat, dan memberi kesejahteraan bagi umat manusia. Tradisi ini juga mengandung pesan ekologis agar masyarakat senantiasa menjaga kelestarian lingkungan dan tidak merusak alam secara berlebihan.

Masyarakat Nusa Penida sangat antusias menyambut Gubernur Bali yang didampingi Bupati Klungkung sekaligus berharap nilai-nilai Tumpek Wariga dapat terus diwariskan sebagai bagian dari upaya menjaga Bali tetap ajeg, lestari, dan harmonis dengan alam semesta.