Transformasi Posyandu sejalan dengan amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 berdampak pada makin kompleksnya bidang tugas yang diampu lembaga ini. Oleh sebab itu, Kader Posyandu diminta meningkatkan kapasitas diri agar mampu mengemban tugas dan tanggung jawab tersebut. Penekanan itu disampaikan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali Ibu Putri Suastini Koster pada Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” di Wantilan Banjar Adat Dukuh, Desa Macang, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Kamis (16/10/2025).
Mengawali arahannya, Ibu Putri Koster menginformasikan bahwa saat ini Posyandu di seluruh Indonesia telah bertransformasi. “Ini adalah amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 Tentang Posyandu,” katanya. Mengacu pada regulasi itu, ada perubahan signifikan pada tugas yang diemban Posyandu. “Saat ini Posyandu tidak hanya mengurusi lingkup kesehatan seperti menimbang bayi, ibu hamil dan lansia,” sebutnya.
Mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, ada enam bidang tugas Posyandu yang mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) yaitu Kesehatan, Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum), dan Sosial. Tidak hanya perbedaan lingkup tugas yang semakin luas, kedudukannya juga sama dengan PKK sehingga punya hak memperoleh anggaran dan ikut bergerak sesuai arah pembangunan di desa. Dengan demikian, ia minta struktur kepengurusan hingga tingkat banjar bisa segera dibentuk di seluruh Bali. “Yang berkedudukan di desa itu adalah Tim Pembina. Pengurus yang membidangi 6 SPM itu dibentuk di tiap banjar. Satu banjar satu Posyandu, karena ini adalah tingkatan terbawah yang paling tahu dengan kondisi warga,” urainya.
Setelah pengurus di tiap banjar terbentuk, wanita yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Provinsi Bali ini minta jajaran Posyandu segera bergerak untuk melaksanakan tugas. “Serap aspirasi warga terkait dengan standar pelayanan minimal. Misalnya ada keluhan yang berkaitan dengan rumah tak layak huni, maka pengurus Posyandu yang membidangi perumahan bertugas mencatat lanjut mengkoordinasikan dengan aparat desa. Demikian juga bidang-bidang lainnya,” ungkapnya. Karena bidang tugasnya yang bersentuhan langsung dengan warga, Kader Posyandu diingatkan untuk menjaga objektivitas, kejujuran dan transparansi. “Misalnya dalam menerima pengaduan masyarakat terkait bedah rumah, jangan ada pertimbangan suka atau tidak suka atau kekerabatan,” cetusnya.
Masih dalam arahannya, Ibu Putri Koster menyinggung prestasi yang diraih TP Posyandu Provinsi Bali sebagai terbaik ketiga di level nasional. Tak ingin capaian ini hanya jadi kebanggaan dan euforia, ia minta jajaran Posyandu bergegas. “Segera lengkapi pengurusnya di tiap banjar,” imbuhnya.
Menutup paparannya, Ibu Putri Koster yang juga selaku Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS) mengajak jajaran Posyandu turut berperan dalam penuntasan masalah sampah. Ia minta kader Posyandu aktif dalam gerakan sampah berbasis sumber dengan memanfaatkan tong komposter atau teba modern untuk menangani sampah organik. Sedangkan untuk sampah anorganik ditangani di TPS3R dan TPST.
Aksi Sosial Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali “Membina dan Berbagi” juga diisi penyampaian paparan dari sejumlah OPD yang program kerjanya berkaitan dengan 6 SPM yaitu Dinsos P3A, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas PUPRKIM serta Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali.
Dalam kegiatan ini, diserahkan paket sembako bagi 50 kader Posyandu Desa Macang dan Bungaya Kangin. Masing-masing paket sembako terdiri dari 30 kg beras, 2 krat telur dan 2 kotak susu. Ketua TP Posyandu Kabupaten Karangasem Ny. Mas Parwata menyampaikan terima kasih atas perhatian Ibu Putri Koster kepada masyarakat Karangasem. Ia menginformasikan bahwa saat ini di wilayah Karangasem telah terbentuk sebanyak 673 Posyandu. Pada kesempatan itu, ia menyampaikan komitmen mendukung suksesnya gerakan Posyandu dan pengelolaan sampah berbasis sumber.


More Stories
Ketua DPRD Badung Anom Gumanti Hadiri Badung Ecology Art Space 2026, Dorong Kolaborasi Seni dan Kesadaran Lingkungan
Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa Hadiri Hari Tari Sedunia di Denpasar, Seniman dari Berbagai Daerah Meriahkan “Naluriku Menari”
Rendahnya Pemilahan Sampah di Kecamatan Kuta Menjadi Atensi Wakil Bupati dan Ketua DPRD Badung