May 1, 2026

infobalinetizen

Portal Informasi Asik dan Menarik

Ketok tularkan Kesadaran Pemilahan Sampah Dimulai Dari Lingkungan Terkecil, Ibu Putri Koster Titip Program PSBS PADAS Pada TP PKK dan PAKIS Tabanan

Spread the love

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, sekaligus Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster menitipkan program pengelolaan sampah berbasis sumber yang bertujuan mewujudkan palemahan kedas (lingkungan bersih) pada Tim Penggerak PKK se-Bali. Hal ini gencar dilakukan mengingat tumpukan sampah semakin merusak lingkungan.

Selain menjadi kotor dan mengganggu kesehatan, mengganggu penglihatan dan mengganggu pernafasan karena baunya yang rata-rata busuk, tentu menjadikan polusi udara dan tercemarnya lingkungan. Oleh sebab itu, untuk menciptakan lingkungan yang bersih, udara segar dan generasi yang sehat, tentu diperlukan kesadaran dan kerjasama semua pihak untuk melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber, mulai dari pemisahan dan pemilahan sampah sesuai jenisnya (organik, anorganik dan residu).

Hal ini disampaikannya saat melakukan sosialisasi Percepatan Pelaksanaan Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS) dihadapan Tim Penggerak PKK dan PAKIS Penebel, di Gedung Serbaguna Desa Penatahan, Penebel, Tabanan, Selasa (7/10).

Ditambahkannya, gerakan Bali bersih ke depannya kita akan mengubah mindset kita dari membuang sampah menjadi mengelola atau memilah sampah. Mengingat sampah merupakan masalah serius, karena tercatat sesuai data, Bali menghasilkan 3.463 ton sampah per hari, yang bersumber 7% dari sampah pasar, 11% sampah perniagaan dan 60% sampah berasal dari kegiatan rumah tangga”, imbuh Ibu Putri Koster.

Dalam penjabaran sosialisasinya, Ibu Putri Koster menegaskan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dengan pembatasan plastik sekali pakai, karena plastik membutuhkan waktu yang lama untuk terurai secara alami, sehingga berdampak pada penghancuran habitat, kerusakan ekosistem, polusi plastik dan pencemaran tanah serta air. Sedangkan jika plastik tersebut di bakar di area terbuka akan menghasilkan racun pada udara yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Selain itu, pengelolaan sampah juga dapat dilakukan dengan pemisahan sampah organik, anorganik dan residu. Serta melakukan tata kelola sampah melalui tong komposter atau teba modern.

Koordinator Percepatan Pengelolaan Sampah, Prof. Luh Riniti Rahayu saat mendampingi Duta PSBS PADAS menyampaikan bahwa sampah sangat darurat mengotori Bali, sehingga penanganannya membutuhkan kerjasama dan keseriusan semua pihak, termasuk kita sebagai warga dan salah satu penghasil sampah. “Kita tidak bisa memproduksi sampah tanpa memikirkan kelanjutan penanganannya, karena tanpa andil tangan kita yang mengelola maka penanganan sampah di lingkungan sekitar tempat tinggal kita tidak akan pernah berhasil, oleh sebab itu, sampah menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya bisa dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga kita sendiri”, ungkapnya.

Nampak hadir pada sosialisasi Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan adalah Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Budiasih Dirga, Camat Penebel, I Putu Agus Hendra Manik Mastawa dan 18 Perbekel dari Kecamatan Penebel.