Gedung tsunami shelter yang berada di depan Pura Segara Kuta, Kabupaten Badung sebelumnya dikabarkan mengalami kehilangan lampu sorot yang berada diluar gedung sebanyak 6 buah.
Kabar kehilangan itupun sontak viral, mengingat gedung tsunami shelter merupakan gedung ikonik yang sejak selesai dibangun menjadi latar belakang spot foto wisatawan yang berkunjung ke Pantai Kuta.
Di salah satu postingan yang viral, Jro Bendesa Adat Kuta angkat bicara terkait kabar hilangnya lampu sorot di Gedung Tsunami Shelter.
Dijelaskan bahwa Lampu – Lampu tersebut memang sengaja di lepas dan diletakan di dalam Gedung oleh kontraktor untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Ampura, tyang sdh cross check di lapangan, lampu² tsb memang sengaja di lepas oleh pihak kontraktor utk pengecekan lebih lanjut🙏” Jelas Jro Bendesa Adat Kuta di kolom komentar di salah satu postingan.
Lampu – lampu yang sudah dilepas diletakan di dalam gedung, dimana informasi ini didapat oleh Jro Bendesa setelah berkoordinasi dengan Satgas Pantai Kuta di lapangan.
“Ini info satgas kita di lapangan:
Ampura Jro Bendesa , informasi dari Pengawas PUPR lampu shelter sementara di lepas oleh pihak kontraktor dan lampunya disimpan di gedung shelter nika.” Tambah Jro Bendesa di komentarnya.
Jika sebelumnya dikabarkan bahwa dari pihak SDA Dinas PUPR Badung membenarkan perihal kabar hilangnya 6 buah lampu di Gedung Tsunami Shelter Kuta, lain halnya Jro Bendesa Adat Kuta menjelaskan bahwa adanya “miss komunikasi” antara bidang CK / SDA Dinas PUPR dengan pihak kontraktor.
“Di PUPR juga miss komunikasi antara bidang CK atau SDA yang kordinasi dengan pihak kontraktor” tutup Jro Bendesa di komentar media sosialnya.
Jro Bendesa Adat Kuta juga menyertai sebuah foto beberapa lampu sorot yang dikabarkan hilang, tersusun rapi di dalam Gedung Tsunami Shelter Kuta.


More Stories
Lantik 163 Pejabat Pemkab Badung Bupati Adi Arnawa Tekankan Kinerja, Tanggung Jawab Dan Amanah Dalam Menjalankan Tugas
Made Sada Pimpin Raker Pansus DPRD Badung, Serap Aspirasi Bahas Raperda Inisiatif Soal Perlindungan dan Pemberdayaan Produk Unggulan Daerah.
Menikah di Bali, Siap Bangun Rumah Tangga… Tapi Sudah Siap Hadapi Campur Tangan Keluarga?