May 4, 2026

infobalinetizen

Portal Informasi Asik dan Menarik

Anggota Komisi I DPRD Badung Puspanegara Dukung Penuh Pemasangan CCTV Analitik Senilai Rp34 Miliar di Badung

Spread the love

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Badung yang juga Ketua Fraksi Gerindra, I Wayan Puspanegara, SP., M.Si., menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Badung untuk memasang CCTV analitik senilai Rp34 miliar di sejumlah titik vital kawasan pariwisata.

Menurutnya, langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat sistem keamanan dan menciptakan destinasi wisata yang berkualitas dan nyaman dikunjungi.

“Saya sangat mendukung secara absolut pemasangan CCTV analitik di kawasan-kawasan vital, seperti jembatan Tukad Bangkung dan seluruh destinasi unggulan di Badung. Ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap aspek keamanan dan kenyamanan, yang merupakan syarat mutlak dalam sektor pariwisata,” kata Puspanegara, Minggu (6/4).

Ia menjelaskan bahwa fasilitas, keamanan, keselamatan, dan pelayanan merupakan unsur esensial dalam pariwisata. Karena itu, upaya menghadirkan sistem pengawasan berbasis teknologi perlu diapresiasi dan didukung penuh.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengawasan di zona-zona rawan seperti kawasan Samigita (Seminyak, Legian, Kuta), Kedonganan, dan Tuban yang rentan terhadap aksi kriminal seperti copet, jambret, hingga penipuan. Wilayah lain yang kini berkembang sebagai pusat akomodasi juga harus mendapat perhatian khusus, termasuk Muaya, Labuan Sait, Padang Padang, Nyang Nyang, Suluban, Balangan, Melasti, Pandawa, hingga Tanjung dan Teluk Benoa di Kuta Selatan. Di Kuta Utara dan Mengwi, kawasan seperti Canggu, Berawa, Pererenan, Seseh, dan sekitarnya juga disebut rawan.

“CCTV analitik ini harus terintegrasi dengan instansi keamanan seperti kepolisian dan desa adat agar respons terhadap gangguan keamanan bisa cepat dan tepat,” ujarnya.

Namun, Puspanegara juga mengingatkan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung seperti SDM pemantau serta sistem pemeliharaan yang berkelanjutan. Ia mencontohkan banyaknya CCTV yang terbengkalai karena kurangnya perawatan.

“Usulan saya, pengadaan ini harus disertai dengan biaya maintenance yang memadai. Jangan sampai kita hanya fokus pasang tapi lupa rawat. Harapan saya, CCTV ini bisa benar-benar efektif dan produktif dalam menjaga keamanan masyarakat dan wisatawan, demi mewujudkan pariwisata Badung yang berkualitas,” pungkasnya.