KPK RI memberikan penghargaan kepada Provinsi Bali sebagai wilayah dengan kontribusi aktif dalam mendukung Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026. Penghargaan diterima Gubernur Bali Wayan Koster dalam peluncuran Indeks Integritas Pendidikan 2026 di Gedung Juang KPK, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
1.Apresiasi diberikan atas dukungan dan kecepatan Pemprov Bali menyediakan data. Ketua KPK Komjen. Pol. (Purn.) Setyo Budiyanto juga mengapresiasi kinerja penyediaan data dan bahkan menyebut kehadiran langsung Wayan Koster yang disebut hadir paling awal dalam acara tersebut. ” Kita harap Gubernur daerah lain bisa mengikuti apa yang sudah baik dilakukan seperti Gubernur Bali, yang kontribusi dalam kecepatan mengirimkan data ini luar biasa. jadi yang tercepat dalam penyediaan data dan patut jadi contoh bagi daerah lain.,” tandasnya.
“SPI Pendidikan memetakan integritas di lingkungan pendidikan, meliputi karakter peserta didik, ekosistem pendidikan, dan tata kelola. Pelaksanaannya melibatkan lebih dari 45 ribu satuan pendidikan dan sekitar 951 ribu responden di Indonesia,” kata Budiyanto.
3.Peluncuran indeks ini disebutnya menegaskan pentingnya membangun budaya antikorupsi sejak sekolah. Integritas tidak hanya berkaitan dengan pencegahan korupsi, tetapi juga kebiasaan jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan adil dalam kehidupan sehari-hari.
Praktiknya mulai dari hal kecil antara lain tidak menyontek, memalsukan tugas, memberi contekan, memanipulasi nilai, serta berani mengakui kesalahan. Sikap menghormati hak orang lain dan menggunakan fasilitas sekolah secara bertanggung jawab juga menjadi fondasi penting bagi kehidupan sosial, dunia kerja, dan ruang publik.
4.Integritas perlu diwujudkan dalam praktik pendidikan, bukan hanya diajarkan sebagai teori. Guru dan tenaga kependidikan berperan sebagai teladan.
” Sekolah yang mengajarkan kejujuran harus menerapkannya dalam proses pembelajaran dan penilaian,” tandasnya.
5.Plh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Dian Novianthi memaparkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan tersebut di hadapan sejumlah menteri dan kepala daerah yang hadir. Ia juga menjelaskan survei ini memetakan kondisi integritas pendidikan di Indonesia guna mendorong tercapainya sumber daya manusia yang berintegritas.
Upaya pencegahan ini sejalan dengan KPK untuk mewujudkan negara antikorupsi menuju Indonesia Emas 2045.
6.Hasil SPI Pendidikan 2026 menunjukkan skor sembilan kabupaten/kota di Bali relatif berdekatan. Buleleng mencatat skor tertinggi 79,06, disusul Tabanan 78,85, Bangli 77,39, Klungkung 77,09, Karangasem 76,93, Denpasar 76,92, Gianyar 76,52, Jembrana 76,40, dan Badung 76,26.
Lima daerah masuk kategori Adaptif, yakni Karangasem, Denpasar, Gianyar, Jembrana, dan Badung. Empat lainnya, yaitu Buleleng, Tabanan, Bangli, dan Klungkung, berada dalam kategori Korektif.
Rata-rata skor Bali mencapai 77,27 yang menunjukkan capaian antardaerah yang relatif berdekatan dan dapat menjadi dasar pemerataan peningkatan integritas pendidikan.
6.KPK akan melanjutkan diseminasi hasil, temuan, dan rekomendasi SPI Pendidikan 2026 pada 7 Oktober hingga 31 Desember 2026.
Hasil pengukuran diharapkan menjadi bahan evaluasi dan penguatan kebijakan pendidikan. Bagi Bali, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem pendidikan yang berintegritas, mulai dari sekolah dan ruang kelas.


More Stories
Raih Juara 2 Dunia di Las Vegas! Bartender Bali Bawa Misi Perkenalkan Arak Bali ke Panggung Internasional
Wabup. Bagus Alit Sucipta Terima Exit Meeting Pemeriksaan Bpk Ri
Garapan Dramatikal “Bibi Anu” Puncaki Gebyar Literasi Denpasar 2026 Wawali Arya Wibawa: Literasi Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat.