May 1, 2026

infobalinetizen

Portal Informasi Asik dan Menarik

Rendahnya Pemilahan Sampah di Kecamatan Kuta Menjadi Atensi Wakil Bupati dan Ketua DPRD Badung

Spread the love

Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, menghadiri kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) di Kecamatan Kuta yang berlangsung di Kantor Camat Kuta, Selasa (28/4). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, dan dihadiri unsur pemerintah, aparat desa/kelurahan, serta perwakilan masyarakat se-Kecamatan Kuta. Dalam kesempatan itu, turut diserahkan sebanyak 15 ribu unit bag composter kepada masyarakat.

Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menangani persoalan sampah yang masih menjadi tantangan serius di kawasan pariwisata Kuta. Forum ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian program pengelolaan sampah sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis ke depan.

I Gusti Anom Gumanti menekankan bahwa perubahan nyata dalam pengelolaan sampah hanya dapat terwujud melalui keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, pola lama “timbul–buang–angkut” sudah tidak lagi relevan dan harus digantikan dengan sistem berbasis sumber. “Persoalan sampah tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah. Sehebat apa pun pemerintah daerah, tidak akan mampu menyelesaikannya sendiri. Harus dimulai dari rumah tangga, minimal dengan memilah dan mengurangi volume sampah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah tangga masih perlu ditingkatkan, karena hal tersebut merupakan kunci utama dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

Tokoh Kuta ini juga mengingatkan bahwa persoalan sampah tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada sektor ekonomi daerah, khususnya pariwisata. “Ketika isu sampah menjadi sorotan hingga tingkat internasional, dampaknya langsung terasa pada pariwisata dan pendapatan daerah. Kita tidak boleh kalah hanya karena persoalan ini,” ujarnya.

Ia mendorong optimalisasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), termasuk dukungan terhadap penyediaan sarana dan prasarana pengolahan sampah. Selain itu, penerapan sistem reward and punishment dinilai penting untuk membangun kedisiplinan masyarakat.

Menurutnya, kebersihan lingkungan di kawasan Kuta sebagai ikon pariwisata Bali merupakan tanggung jawab bersama. Ia pun mengajak masyarakat untuk mulai disiplin memilah sampah organik dan anorganik dari rumah tangga, serta membuang sampah sesuai jadwal pengangkutan yang telah ditentukan. “Langkah sederhana ini akan memberikan dampak besar dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Dengan disiplin dan kerja sama seluruh masyarakat, saya optimistis Kecamatan Kuta dapat menjadi kawasan yang lebih bersih, rapi, dan nyaman, sekaligus memperkuat citra sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Badung,” tambahnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, desa adat, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Peningkatan edukasi serta pengawasan di lapangan dinilai perlu terus dilakukan agar program yang telah dirancang dapat berjalan optimal.

Melalui kegiatan koordinasi dan evaluasi ia berharap pengelolaan sampah di Kecamatan Kuta semakin tertata dan mampu menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.